Pemprov DKI Perkuat Budaya Pilah Sampah, Pramono Sebut Harus Jadi Kebiasaan Warga

22 June 2026
Pemprov DKI Perkuat Budaya Pilah Sampah, Pramono Sebut Harus Jadi Kebiasaan Warga

JAKARTA, LSPTAKARSA.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memperkuat budaya pilah sampah sebagai bagian dari upaya mewujudkan kota yang bersih, layak huni, dan berdaya saing global. Komitmen tersebut ditegaskan melalui Apel Siaga Pilah Sampah yang dipimpin Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, di Monumen Nasional, Minggu (21/6/26).

Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta itu menjadi momentum untuk mendorong masyarakat memilah sampah sejak dari sumbernya. Langkah tersebut dinilai penting guna mengurangi beban sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang sekaligus mempercepat transformasi pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Pramono menegaskan bahwa menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan menjadi bagian penting dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global.

“Tepat pada momentum HUT ke-499 Jakarta, bersama seluruh warga Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meneguhkan komitmen untuk menjaga Jakarta sebagai kota global yang bersih, layak huni, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Pramono, tantangan pengelolaan sampah di Jakarta semakin besar karena volume sampah yang dihasilkan mencapai sekitar 9.000 ton per hari. Sementara itu, TPST Bantargebang yang selama puluhan tahun menjadi andalan pengelolaan sampah ibu kota telah mendekati kapasitas maksimal dengan timbunan sampah rata-rata mencapai 60 meter.

Kondisi tersebut, kata dia, tidak lagi dapat diselesaikan hanya melalui pola angkut dan buang. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta mendorong perubahan paradigma pengelolaan sampah melalui pemilahan dari sumber yang diperkuat dengan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Pemilahan dan Pengelolaan Sampah dari Sumber.

Pramono menjelaskan bahwa Jakarta telah memiliki fondasi yang kuat untuk menjadikan gerakan pilah sampah sebagai budaya masyarakat. Pemilahan sampah organik dan anorganik dilakukan dengan prinsip reduce, reuse, recycle (3R) yang diterapkan mulai dari rumah tangga, lingkungan permukiman, perkantoran, sekolah, pasar, pusat perdagangan hingga kawasan usaha.

Ia juga mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat yang telah melahirkan berbagai inovasi pengelolaan sampah, seperti budidaya maggot dan pengolahan sampah menjadi pupuk.

“Gerakan pemilahan sampah di Jakarta berjalan sangat masif. Banyak RT dan RW yang telah lebih maju dari yang kami perkirakan. Karena itu, gerakan ini tidak boleh kendor dan harus terus diperluas agar menjadi budaya seluruh warga Jakarta,” katanya.

Menjelang usia Jakarta yang ke-500 tahun, Pramono mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan pilah sampah sebagai kebiasaan sehari-hari demi menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari bagi generasi mendatang.

Sementara itu, Zulkifli Hasan mengapresiasi langkah cepat Pemprov DKI Jakarta dalam menindaklanjuti arahan Presiden terkait percepatan penanganan sampah nasional. Menurutnya, persoalan sampah hanya dapat diselesaikan melalui keterlibatan seluruh pihak.

Ia menilai kunci utama pengelolaan sampah terletak pada pemilahan antara sampah organik dan anorganik. Sampah organik dapat diolah menjadi pupuk maupun produk lain yang bernilai ekonomis, sedangkan sampah anorganik dapat didaur ulang sehingga mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.

“DKI Jakarta tidak hanya menghadirkan regulasi, tetapi juga telah melakukan aksi secara masif hingga tingkat RT dan RW. Daerah lain dapat mencontoh langkah yang dilakukan Jakarta,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Pemprov DKI Jakarta juga memberikan penghargaan kepada RW terbaik di enam wilayah kota administrasi dan Kabupaten Kepulauan Seribu yang dinilai berhasil menerapkan pemilahan serta pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Penghargaan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi wilayah lain untuk memperkuat budaya pilah sampah sebagai gerakan bersama dalam mendukung terwujudnya Jakarta yang bersih, layak huni, dan berkelanjutan.

Daftar RW Penerima Penghargaan

Jakarta Pusat

RW 09 Kelurahan Cempaka Putih Barat
RW 05 Kelurahan Paseban
RW 01 Kelurahan Gambir

Jakarta Barat

RW 09 Kelurahan Meruya Utara
RW 07 Kelurahan Joglo
RW 04 Kelurahan Kedoya Utara

Jakarta Selatan

RW 09 Kelurahan Lenteng Agung
RW 08 Kelurahan Petukangan Selatan
RW 03 Kelurahan Kebon Baru

Kabupaten Kepulauan Seribu

RW 03 Kelurahan Pulau Untung Jawa
RW 04 Kelurahan Pulau Pari
RW 02 Kelurahan Pulau Kelapa

Jakarta Utara

RW 07 Kelurahan Rorotan
RW 24 Kelurahan Pegangsaan Dua
RW 12 Kelurahan Rawa Badak Utara

Jakarta Timur

RW 03 Kelurahan Setu
RW 16 Kelurahan Penggilingan
RW 12 Kelurahan Duren Sawit.*

Sumber: Dinas Kominfotik Pemprov DKI Jakarta